Manusia: Antara Kebutuhan Doktrin Agama Dan Inklusivitas Beragama

  • Isnawati Isnawati, MA STAIN Gajah Putih Takengon Aceh Tengah, Aceh
Keywords: Doktrin, Inklusivitas, Agama, Sosial

Abstract

Manusia sebagai makhluk hidup, makhluk yang harus memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik kebutuhan jasmani maupun rohani. Manusia juga diciptakan sebagai makhluk sosial,  agama menjadi salah satu aspek yang paling sakral dalam kehidupan manusia. Karena agama lembaga kebenaran yang  dapat didekati dengan aspek batiniah, sehingga melahirkan sistem kepercayaan dan respon emosional yang mengarahkannya, yang dapat dirasakan melalui mekanisme keyakinan dan kepercayaan para penganutnya. Agama memiliki kepercayaan kepada kekuatan goib, kepercayaan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat,  bersifat emosional dan aspek kesucian dari agama itu sendiri. Sebagai pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan gaib yang harus dipatuhi, agama membawa peraturan-peraturan  hukum, ajaran yang berupa doktrin  agama  dengan menjalankan ajarannya membwa kewajiban yang menjadi pengangan manusia sebagai sistem sumber nilai, berupa petunjuk, pedoman dan pendorong bagi manusia untuk memecahkan berbagai masalah hidupnya seperti dalam ilmu agama, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan militer, sehingga terbentuk pola motivasi, nilai dan moral, tujuan hidup dan perilaku manusia yang menuju kepada keridhaanya secara inklusivitas dalam beragama. Manusia sangat memerlukan agama sebagai pegangan hidup untuk  mempunyai peraturan yang mutlak berlaku bagi segenap manusia dan bangsa dalam semua tempat dan waktu. Yang memiliki peranan di lihat dari: aspek keagamaan, kejiwaan, kemasyarakatan, hakkikat kemanusiaan, asal usulnya dan moral. 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-05-29
How to Cite
Isnawati, MA, I. (2018). Manusia: Antara Kebutuhan Doktrin Agama Dan Inklusivitas Beragama. Ta’dib, 8(1). Retrieved from http://jurnal.stain-gp.ac.id/index.php/tadib/article/view/130