HUKUM PERDATA DALAM PRAKTEK

  • Maria Sanola STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh
Keywords: Hukum, Perdata, Praktek

Abstract

Dalam setiap beracara di Pengadilan maupun di lembaga-lembaga lain yang sifatnya mewakili, maka setiap pihak yang mewakili salah satu pihak harus dapat menunjukkan keabsahannya dalam mewakili tersebut. Keabsahan tersebut diwujudkan dalam suatu surat pelimpahan yang dikenal dengan sebutan Surat Kuasa. Surat Kuasa dilihat dari bentuknya dikenal dua macam yaitu Kuasa yang diberikan secara lisan dan Surat Kuasa yang diberikan secara tertulis. Kuasa dapat diberikan  secara lisan namun dalam praktek hal tersebut jarang dilakukan, tentu saja hal tersebut akan menyulitkan terutama terhadap pihak yang menerima kuasa, karena tidak ada bukti autentik. Dalam membuat gugatan kadangkala para pihak dalam gugatan dengan surat kuasa khusus yang menjadi dasar kewenangan kuasa hukum penggugat tidak sama. Pada gugatan tertulis ada tiga tergugat tapi dalam surat kuasa hanya dua tergugat.

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-10-02
How to Cite
Sanola, M. (2017). HUKUM PERDATA DALAM PRAKTEK. Mubeza, 6(1), 131-158. Retrieved from http://jurnal.stain-gp.ac.id/index.php/mubeza/article/view/19
Section
Articles